AOL yang merupakan divisi internet milik Time Warner, akan merumahkan 1.300 karyawannya. Jumlah tersebut setara dengan 7 persen seluruh karyawan perusahaan tersebut.
Atas PHK besar-besaran itu, mereka bahkan akan menutup call center di Jacksonville, Florida dan merumahkan beberapa karyawannya di Odgen, Utah dan Tucson Arizona.
AOL mengakui, sejak 2004 lalu jumlah karyawan dalam divisi ini sudah mengalami penurunan hingga dua kali lipat.
Lalu apa pemicu PHK besar-besaran ini? Menurut Juru bicara AOL, Nicholas Graham, tersedianya perangkat yang lebih baik serta semakin cerdasnya para pemakai internet, memungkinkan para penggunanya dapat memecahkan sendiri masalah yang mereka hadapi.
"Hal ini menandai kesuksesan customer care kami, tetapi justru hal ini yang memicu perlunya pengurangan tenaga kerja," tambahnya.
Pada September lalu, AOL memiliki 26,7 juta pengguna call center, tetapi angka ini menurun sebesar 25 persen pada Desember lalu.